Iksyan, Arya Al (2025) Analisis Keunggulan Dan Daya Saing Komoditas Perkebunan Dikecamatan Sebulu Menggunakan LQ Dan Shift Share. Sarjana thesis, Universitas Kutai Kartanegara.
210420741_pendahuluan.pdf - Accepted Version
Download (482kB) | Preview
210420741_bab1.pdf - Accepted Version
Download (226kB) | Preview
210420741_bab2.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Download (325kB)
210420741_bab3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Download (260kB)
210420741_bab4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Download (335kB)
210420741_bab5.pdf - Accepted Version
Download (171kB) | Preview
210420741_pustaka.pdf - Accepted Version
Download (207kB) | Preview
210420741_lampiran.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing komoditas perkebunan di Kecamatan Sebulu dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan Shift Share (RS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa produksi komoditas perkebunan tahun 2020–2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara. Analisis dilakukan terhadap empat komoditas utama yaitu kelapa sawit, kelapa, karet, dan kopi, untuk mengidentifikasi keunggulan komparatif dan kompetitif di tingkat regional.
Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa kelapa sawit (LQ = 1,02) dan kopi (LQ = 3,39) merupakan komoditas unggulan secara komparatif karena memiliki tingkat spesialisasi yang lebih tinggi di Kecamatan Sebulu dibandingkan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebaliknya, komoditas kelapa (LQ = 0,65) dan karet (LQ = 0,86) tergolong komoditas non-basis. Sementara itu, analisis Shift Share memperlihatkan bahwa seluruh komoditas memiliki nilai Regional Share (RS) positif—kelapa sawit (RS = 4.921,94), karet (RS = 654,63), kelapa (RS = 87,70), dan kopi (RS = 1,11). Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan seluruh komoditas perkebunan di Kecamatan Sebulu lebih cepat dibandingkan pertumbuhan rata-rata komoditas sejenis di tingkat kabupaten, sehingga tergolong kompetitif.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa keunggulan komparatif dan kompetitif tidak selalu berjalan seiring. Beberapa komoditas dapat memiliki daya saing kompetitif meskipun tidak unggul secara komparatif, dan sebaliknya. Berdasarkan kombinasi nilai LQ dan RS, kelapa sawit merupakan komoditas yang paling strategis untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan komparatif sekaligus kompetitif. Komoditas kopi perlu diperkuat dalam aspek kompetitif, sedangkan kelapa dan karet memiliki potensi pertumbuhan yang besar meskipun belum menjadi komoditas basis. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya identifikasi komoditas unggulan sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi daerah.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pembangunan sektor perkebunan di Kecamatan Sebulu.
| Item Type: | Tugas Akhir (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif, komoditas perkebunan, Kecamatan Sebulu, Location Quotient, Shift Share |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Fakultas: Program Studi: | Fakultas Pertanian > Agribisnis |
| Depositing User: | Arya Al Iksyan |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 08:17 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 08:17 |
| URI: | https://repo.unikarta.web.id/id/eprint/45 |
