Batubara merupakan sumber energi utama di Indonesia, khususnya Kalimantan Timur sebagai pusat produksi, yang memerlukan penilaian kualitas secara tepat guna mencapai efisiensi pembakaran dan meminimalkan dampak lingkungan melalui analisis Proximate, Calorivic Value, dan Total Sulphur menurut standar ASTM.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas batubara melalui prosedur preparasi serta uji [ (Inherent Moisture ASTM D3173, Ash Content ASTM D3174, Volatile Matter ASTM D3175, Fixed Carbon), Calorivic Value (ASTM D5865), mengidentifikasi peringkat (ASTM D388), serta menganalisis hubungan antar parameter Proximate dengan Calorivic Value pada sampel dari Kutai Lama, Batuah 1, dan Batuah 2 di PT Geoservices Samarinda.
Metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan data primer dimulai tahapan preparasi pada sampel yang meliputi (Crushing, Dividing, Drying, Mixing, dan Miling) dengan alat Hammer Mill, Rotary Sampel Devider,
Jaw Crusher, Drying Sheed dan Raymond Mill, sesuai ASTM D2013 dan analisis Proximate (Moisture ASTM D3173, Ash Content ASTM D3174, Volatile Matter ASTM D3175, dan Fixed Carbon) dan pengujian Nilai Kalor (Calorivic Value) ASTM D5865 serta uji Total Sulphur ASTM D4239, menggunakan alat Furnace,
Oven MFS, Calorimeter Parr 6200, dan Furnace Leco SC144, kemudian diolah
dengan statistik deskriptif dan regresi linier. Data skunder bersumber dari literatur ASTM), dan standar klasifikasi ASTM D388 untuk interpretasi korelasi linier, memastikan pendekatan kuantitatif akurat dan representatif.
Hasil penelitian memperlihatkan: Kutai Lama (Inherent Moisture 21,96%, Ash Content 5,26%, Volatile Matter 36,95%, Fixed Carbon 35,83%, Calorivic Value 9.291 Btu/lb, peringkat Subbituminous C). Batuah 1 (Inherent Moisture 16,19%, Ash Content 3,81%, Volatile Matter 39,05%, Fixed Carbon 40,96%,
Calorivic Value 10.552 Btu/lb, peringkat Subbituminous A). Batuah 2 (Inherent Moisture 14,95%, Ash Content 3,93%, Volatile Matter 42,86%, Fixed Carbon 38,27%, Calorivic Value 10.842 Btu/lb, peringkat Subbituminous A). Ketiga sampel
memiliki total sulfur 0,65–0,93%, serta korelasi negatif antara Inherent Moisture dan kadar Ash Content terhadap Calorivic Value dan korelasi positif untuk Fixed Carbon terhadap nilai Calorivic Value.
| Item Type | Tugas Akhir |
|---|---|
| Subjects | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 622 Teknik tambang dan teknik pertambangan |
| Fakultas: Program Studi | Fakultas Teknik > Teknik Pertambangan |
| Depositing User | Muhammad Irham |
| Date Deposited | 21 Jul 2026 06:30 |
| Last Modified | 21 Jul 2026 07:36 |
| URI / Rumah Dokumen | https://repo.unikarta.web.id/id/eprint/109 |
